Keka-27 Oktober 2018

Perjuangan tim Debat Bahasa Indonesia yang mewakili SMANSA RBL di ajang lomba debat Bahasa Indonesia dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda di SMAN 1 Rote Selatan, 27 Oktober 2018 , terbukti tidak sia-sia.

Dalam debat bertajuk “Perkembangan Teknologi Komunikasi Sekarang Membuat Anak-anak Menjadi Malas Membaca Buku”  itu, tiga orang siswa yang tergabung dalam satu tim Debat SMANSA RBL memborong juara I lomba debat bagi siswa SMA se-Kabupaten Rote Ndao. Mereka adalah, Casturia N. Adang, siswi kelas XI Mia, Delna Panie dan  Freshly Ndolu, siswi kelas X Mia.

Lomba yang diikuti oleh 6 Tim dari 6 Sekolah Menengah Atas Se-kabupaten Rote Ndao tersebut berlangsung ketat. Di babak penyisihan, SMANSA RBL yang berhadapan dengan SMAN 1 Rote Barat Daya  berhasil mengumpulkan poin 2530, tertinggi dari seluruh peserta, diikuti SMAN 1 Rote Selatan 2525 poin, SMAN 1 Rote Barat dengan 2460 poin dan SMAN 1 Rote Barat Daya 2425 poin. Sedangkan di posisi terbawah SMA ISRA dan SMA Kristen Siloam Ba’a, masing-masing mengumpulkan 2300 poin dan 2200 poin.

Di babak semifinal, hasil undian mempertemukan SMAN 1 Rote Barat vs SMAN 1 Rote Barat dan SMANSA RBL vs SMAN 1 Rote Selatan. Dalam debat  yang bertajuk ” Penggunaan Istilah Asing Dalam Komunikasi Sehari-hari Menunjukan Kurangnya Rasa Nasionalisme”, SMANSA RBL berhasil mengalahkan SMAN 1 Rote Selatan, sehingga berhak melaju ke babak final bersama SMAN 1 Rote Barat yang menyingkirkan SMAN 1 Rote Barat Daya.

Debat Babak Final bertema: ” Pemerintah akan membuat aturan yang berisi larangan ijin bagi Guru saat jam kerja”, bertindak sebagai tim kontra, SMANSA RBL dinyatakan keluar sebagai juara pertama dengan mengumpulkan poin sebanyak 2600, disusul SMAN 1 Rote Barat di posisi kedua dengan jumlah poin 2510.

Kepala Sekolah SMANSA RBL menyatakan, prestasi ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan almamater dan juga bagi siswa itu secara khusus. Menanggapi apresiasi dan ucapan selamat dari para guru terhadap hasil lomba dalam group WA SMANSA Rbl, Karno Solumodok, sang guru pendamping dalam debat tersebut mengatakan, bahwa semua pujian hendaknya dialamatkan langsung kepada para siswa yang berprestasi, ” Dengan prestasi luar biasa seperti ini, maka kita patut memberikan apresiasi atas prestasi yang diukir anak-anak kita ini,” kata Karno.

 

(Visited 43 times, 1 visits today)